Minggu, 10 September 2017

INGREDIENTS 06




 INGREDIENTS


Daun Kemangi 

  



Sejarah Kemangi 
  Tanaman kemangi adalah tanaman perdu , yang dimanfaatkan daun pucuknya untuk lalap dan buahnya yang tua untuk minuman dingin . Tanaman kemangi termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh dan juga muda dalam perawatannya , tanaman ini memungkinkan untuk di tanam di ladang ataupun di pot sebagai tanaman penghijauan di serambi rumah kita . Jenis kemangi ( Ocimum canum) yang banyak di usahakan adalah jenis lokal yang belum jelas nama / varietasnya . Penampilan tanaman cukup rimbun . Daun berwarna hijau muda . Bunga putih kurang menarik . Bila dibiarkan berbunga maka pertumbuhan daun lebih sedikit dan tanaman cenderung cepat tua dan gampang mati 

   Kemangi lebih sering digunakan sebagai lalap . Ada juga yang menggunakannya sebagai campuran sayur tertentu . Sayuran ini memiliki aroma harum dan rasa yang khas . belum banyak petani yang mengusahakn kemangi dalam skala besar , paling hanya di sepetak tanah saja . ini dikarenakan nilai komersial sayur kemangi memang masih rendah . 

  

MANFAAT DAUN KEMANGI

- Dibuat teh sebagai pereda batuk

Di benua Afrika dan di Negara India, kemangi biasa doolah menjadi teh. Caranya, dengan menyeduh kemangi segar dengan air panas dan ditambahkan sedikit gula. Teh kemangi biasanya diminum saat pergantian musim, yaitu saat penduduk mulai terserang batuk, pilek, dan demam.

- Dibuat minyak atsiri 

Negara-negara Eropa biasa menyuling daun kemangi dan mengambil minyak atsirinya untuk digunakan sebagai campuran dalam pembuatan biang parfum, obat-obatan, losion, permen pelega tenggorokan, minyak dgosok, dan minyak aroma terapi. 

Selain itu, daun kemangi juga memiliki kandungan betakaroten, profitamin A , dan vitamin C. Kandungan betakaroten berfungsi mendukung penglihatan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, protein untuk memperbaharui sel-sel yang telah mati dan menggantinya dengan sel baru, dan sebagai antioksidan yang bermanfaat melindungi tubuh dari aneka penyakit degeneratif. Kemangipun mengandung vitamin C untuk memelihara elastisitas kulit dan membantu terjadinya penyerapan zat besi dan kalsium. Kemangi juga kaya akan mineral makro yang penting bagi pertumbuhan dan pembentukan tulang, penyerapan gizi, dan mempelancar peredaran darah.

(sumber : http://www.fauzulmustaqim.com/2016/03/manfaat-daun-kemangi.html)

KLASIFIKASI DAUN KEMANGI

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Ocymum
Spesies :Ocymum basilicum
MORFOLOGI DAUN KEMANGI
Batang kemangi berbentuk bulat, berbulu berwarna hijau dan kadang keunguan. Memiliki aroma yang khas dengan tinggi tanaman antara 60-70 cm dari permukaan tanah. Memiliki bunga yang bergerombol, mahkota bunganya berwarna keunguan. Selain memiliki bunga, kemangijuga memiliki biji dengan ukuran 0,1 mm. Bijinya bulat berwarna cokelat dengan berat 100 butir sekitar 0,026 g. Hasil ternak selama satu periode musim tanam (tiga kali panen) berkisar antara 34.117 – 83.958 kg/plot untuk 50 tanaman (Hadipoentyanti & Wahyoeni, 2008).
Kemangi (Ocimum sanctum) merupakan tumbuhan semak dengan beberapa karakteristik (Dewi, 2007) :
  1. Tinggi antara 30-150 cm
  2. Batang dikotil yang berkayu dengan bentuk segi empat, beralur, bercabang, berbulu, dan berwarna hijau.
  3. Bunga terdapat pada penghujung batang. Panjangnya sekitar 5-7 mm dan berbau wangi.
  4. Memiliki 6 kuntum bunga dari atas sampai tengah. Kelompok bunga berwarna hijau keunguan dan bagian atas bunga berwarna putih/merah jambu pucat. Buahnya kecil, terdiri dari 4 biji yang berwarna hitam.
  5. Daun Ocimum sanctum berwarna hijau sampai hijau kecoklatan, berbau aromatik yang khas dengan rasa agak pedas. Helaian daun bentuk lonjong memanjang, bundar telur atau bundar telur memanjang, tulang-tulang daun menyirip, tepi bergerigi dangkal atau rata dan bergelombang, daging daun tipis, permukaan berambut  halus, panjang daun 2,5 cm sampai 7,5 cm, lebar 1-2,5 cm.
  6. Akar tunggang dengan warna putih kotor.
              
(sumber: https://rizkyririn.wordpress.com/2012/07/06/deskripsi-kemangi-ocymum-basilicum/)



BAWANG PUTIH




(Allium sativumbahasa Inggrisgarlic) adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di AsiaAfrika, dan Eropa. Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan maupun pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.


SEJARAH BAWANG PUTIH

Bawang putih atau Allium sativum atau dalam bahasa Inggris garlic adalah nama tanaman dari genus Allium. Bawang putih mempunyai sejarah penggunaan selama lebih dari 7.000 tahun telah digunakan oleh manusia.

Bawang putih tumbuh dan berasal dari terutama di Asia Tengah, dan sudah lama menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa. Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan maupun pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.

Bawang putih sangat populer di Indonesia karena digunakan hampir di setiap makanan dan masakan sebagai bumbu. Bawang putih bahkan telah menjadi salah satu dari tanaman rempah dapur yang sering kali juga di gunakan sebagai obat dengan banyak sekali manfaat. Bawang putih telah digunakan sejak jaman dahulu sebagai obat untuk mencegah atau menyembuhkan berbagai penyakit. Sebab itu lah bawang putih juga dijuluki “umbi seribu khasiat”.

Bawang putih yang mentah memiliki banyak sekali kandungan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yang membuat bawang putih mentah terasa getir. Allicin dalam bawang putih dikenal sebagai anti bakteri, anti virus, anti jamur, dan antioksidan. 

Allicin dalam bawang putih bekerja sama dengan bahan lain seperti ajoene, allilin, dll yang dikandung oleh bawang putih, memiliki efek bagi peredaran darah, pencernaan, sistem kekebalan tubuh, dan membantu menurunkan tekanan darah, detoksifikasi, penyembuhan, dan bersifat anti bakteri dan antiseptik.


Klasifikasi Tanaman
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Allium
Jenis : Allium sativum L.

Uraian Tanaman
Habitus : Herba annual (2-4 bulan), tegak, 30 – 60 cm.
Batang : kecil (corpus), 0,5 – 1 cm.
Daun : bangun garis, kompak, datar, lebar 0,4 – 1,2 cm, pangkal pelepah membentuk umbi, bulat telur melebar, anak umbi, bersudut, dibungkus oleh selaput putih, pelepah bagian atas membentuk batang semu.
Bunga : susunan majemuk payung sederhana, muncul disetiap anak umbi, 1-3 daun pelindung, seperti selaput.
Tenda bunga : enam daun, bebas atau berlekatan di pangkal, bentuk memanjang, meruncing, putih-putih kehijauan-ungu (Sudarsono et al., 2006).
Umbi lapis Allium sativum L. berupa umbi majemuk berbentuk hampir bundar, garis tengahnya 4 – 6 cm terdiri dari 8 – 20 siung seluruhnya diliputi 3 – 5 selaput tipis serupa kertas berwarna agak putih, tiap siung diselubungi oleh 2 selaput serupa kertas, selaput luar warna agak putih dan agak longgar, selaput dalam warna merah muda dan melekat pada bagian padat dari siung tetapi mudah dikupas; siung bentuk membulat dibagian punggung, bidang samping rata atau agak bersudut.

(sumber : http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=441)


KUNYIT 

SEJARAH KUNYIT
     Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina (Sharma R.A, A.J. Gescher, W.P. Steward, 2005).

KLASIFIKASI KUNYIT

Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub Divisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Monocotyledonae (biji berkeping satu)
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma Domestica Valet

MANFAAT KUNYIT

          Untuk meningkatkan Kekebalan tubuh
Kandungan KURKUMINA yang terdapat pada kunyit adalah merupakan salah satu anti oksidan yang kuat dan mampu mencegah radikal bebas yang biasanya mengganggu sistem DNA pada manusia. Sehingga tidaklah heran mengapa banyak orang dahulu yang mencampur minuman dengan potongan kunyit untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
2.      Untuk Menurunkan Kolestrol
Selain itu, dengan kandungan zat anti oksidan, kunyit juga berkhasiat untuk menurunkan LDL atau kolestrol buruk yang terdapat dalam darah
3.      Meningkatkan Kesehatan Jantung
Vitamin dan Mineral yang terdapat pada kunyit seperti potasium dan zat besi akan mampu untukk meningkatkan dan membangun darah mereka. Kandungan kalium dalam kunyit juga berfungsi mengontrol denyut jantung dan tekanan darah
4.      Untuk Menyehatkan Pencernaan
Kandungan kurkumin sebagai anti oksidan juga mampu membunuh bakteri jahat dalam perut. Dengan mengkonsumsi kunyit, maka akan mampu untuk menyehatkan pencernaan
5.      Obat herbal pengganti asam
Satu sendok bubuk kunyit kemudian dimasukkan dan dicampur pada segelas susu hangat akan efektif untuk mengobati asama, filek, flu, dan batuk.

(sumber : http://faratugas.blogspot.co.id/2014/08/makalah-kunyit.html) . 





0 komentar:

Posting Komentar

Utensil & Equipment 27

                                                    Utensil  & Equipment Measuring Jug Function : A tool used to measure liquid ...